preach

KONSEP PEMULIHAN KEIMANAN BERDASARKAN KEHIDUPAN ABRAHAM, YUNUS, DAN RAJA DAUD

 

 

  1. Pendahuluan

Dosa merupakan suatu pelanggaran terhadap hukum Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab, sebagai perwujudan dari firman Tuhan serta pernyataan kasih Tuhan. Alkitab sendiri merupakan kitab yang dipercayai oleh umat-umat Tuhan, sebagai penuntun dalam kehidupan yang turut menceritakan kisah-kisah pada masa dahulu sejak penciptaan dunia yang bertujuan agar umat-umat Tuhan yang hidup pada masa sekarang dapat memiliki iman yang teguh kepada Tuhan.

Kepercayaan manusia terhadap firman Tuhan yang disertai dengan perbuatan disebut sebagai Iman (Yakobus 2: 26). Banyak tokoh dalam Alkitab yang memberi contoh bagaimana mempraktikan iman mereka kepada kita. Seperti dalam kisah Abraham yang memperlihatkan betapa besarnya kasih Abraham kepada Ishak, seorang anak yang telah ditunggu-tunggu kelahirannya sampai Sara tua, sampai sangat mustahil kepada Sara untuk mengandung sehingga sewaktu mengandung mendengar kabar tersebut tertawalah Sara (Kejadian 18: 12, 15). Pada kisah selanjutnya, setelah Abraham berusia 100 tahun Ishak lahir baginya, kemudian Abraham menyunat Ishak (Kejadian 21: 4,5). Abraham dihadapkan kepada sebuah pilihan besar, yaitu mengorbankan anaknya Ishak untuk Tuhan. Ujian tersebut berhasil dilalui Abraham dengan baik kemudian akhirnya Abraham dan keluarganya diberkati Tuhan menjadi bangsa yang besar.

Iman pada masa dahulu sering diperlihatkan dengan keikutsertaan Tuhan secara langsung melalui kejadian-kejadian luar biasa, misalnya api turun dari langit dan menyambar korban bakaran, sebagai tanda Tuhan menerima persembahan tersebut. Namun pada masa sekarang, kita tidak mengalami hal-hal ajaib tersebut.

 

  1. Konsep hidup orang beriman

Orang beriman pada masa perjanjian lama, memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan orang-orang lain (bangsa) pada umumnya. Didalam Alkitab, bangsa yang terpilih, yang merupakan bangsa pilihan Tuhan adalah bangsa Israel, bangsa yang hidup dan seharusnya hanya bergantung kepada kehendak Tuhan. Sebuah contoh bangsa yang seharusnya menjadi contoh bagi bangsa lain.

Bangsa Israel hidup turun temurun berlandaskan hukum taurat yang diajarkan turun temurun oleh pendahulu mereka. Berbagai peristiwa ajaib yang mengesankan terjadi didepan mata mereka. Bangsa Israel memiliki perbedaan dari bangsa lain, salah satu contoh perbedaan mereka dengan bangsa lain adalah sunat. Seringkali dalam Alkitab disebutkan bangsa yang bersunat, sebagai bentuk penurutan Abraham terhadap perintah Tuhan (Kejadian 17: 10-14). Menurut literature biblika, sunat tersebut tidak hanya secara harafiah namun sunat tersebut haruslah juga rohaniah. Makna sunat secara harafiah telah dilakukan oleh umat Tuhan pada zaman itu, namun secara batiniah mereka seringkali melupakan makna sunat tersebut. Jika dimaknai secara konsep kerohanian, sunat merupakan pertanda penurutan serta pengendalian diri. Sunat rohani merupakan suatu situasi yang menunjukkan kita meninggalkan keburukan dunia sehingga hanya menyisakan sifat-sifat penurutan terhadap hukum Tuhan. Maka, jika dimaknai dengan benar, umat yang beriman adalah umat yang mau membuang hal-hal duniawi dari kehidupannya.

Bangsa Israel memiliki sejarah yang panjang selama perjalanan mereka menuju tanah perjanjian, beberapa raja telah berganti-gantian memimpin bangsa tersebut, salah satu raja yang terkenal akan ceritanya mengalahkan seorang raksasa besar dari Filistin adalah Daud. Meskipun Daud bukan yang terkuat dari antara kaumnya, namun Daud memiliki Iman yang mendorong keberaniannya dalam menghadapi musuhnya. Iman Daud mengalahkan logika manusiawinya, Daud tidak gentar dalam menghadapi Goliath pada waktu itu, Daud tidak meragukan kuasa Tuhan yang akan menolongnya dalam kesulitan apapun, inilah sifat orang yang beriman, jauh dari kekhawatiran dalam kehidupannya, sebab orang beriman mengetahui bahwa Tuhan merupakan satu-satunya pengharapan dan Tuhan berkuasa atas alam semesta. Kehidupan Daud sebelumnya sangat sederhana, ia menggembalakan domba, tidak terlatih untuk bertempur, bahkan ketika Samuel datang menemui Isai atas perintah Tuhan, Samuel salah memprediksi bahwa Eliab yang tinggi besar merupakan orang yang dipilih Tuhan (1 Samuel 16: 6-12).

Atas kehendak urapan Tuhan, maka Daud mengalahkan Goliath dan menjadi raja atas bangsa Israel. Namun beberapa masa kemudian, cobaan menghampiri Daud, dirinya jatuh kedalam pencobaan ketika dia melihat seorang perempuan yang sangat cantik dimata Daud, yang menjadi permulaan dosa berlanjut yang dilakukan Daud (2 Samuel 11: 2-5, 15). Begitu kejamnya akibat dosa yang ditimbulkan, anak yang dilahirkan dari istrinya terkena tulah sampai mati (2 Samuel 12: 15, 18-19). Dari kejadian yang dialami Daud dapat dipahami bahwa ketika kita sudah sangat dekat dengan Tuhan, jangan sekalipun bertindak menyimpang sehingga dapat mendukakan hati Tuhan dan malapetaka pasti menjadi bahagian kita.

Lain halnya dengan seorang hamba Tuhan bernama Yunus bin Amitai. Arti dari nama Yunus (Yonah) adalah merpati, sedangkan Amitai berarti kebenaran Allah. Memahami kejadian dalam kitab Yunus, memiliki gambaran yang berkaitan erat dengan kebangkitan Yesus. Hal ini dapat dijelaskan, ketika Yunus diperintahkan oleh Tuhan untuk pergi menobatkan masyarakat kota Nineve, sebuah ibukota kerajaan Assyria/Asyur yang didirikan oleh Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa yang mula-mula sekali berkuasa dimuka Bumi (Kejadian 10: 8-12). Begitu perkasanya bangsa ini, sehingga mengecilkan Iman Yunus sehingga pergi menyimpang dari kehendak Tuhan pada saat itu. Secara pemikiran konseptual seorang manusia, merupakan hal yang tidak masuk akal menobatkan seisi ibukota sebuah kerajaan yang terkenal dengan sejarahnya, kekuatan, dan keperkasaannya, hanya seorang diri. Yunus lari dari Tuhan, iman Yunus diuji dan dia menyerah, mengikuti intuisinya pergi menjauh dari celaka yang menurut Yunus akan diterimanya jika dia mencoba pergi ke Nineve.

Dalam pelariannya Yunus diajarkan suatu pengalaman yang luar biasa. Dari kisahnya, Yunus dilemparkan kedalam laut kemudian datang ikan besar menelan Yunus. Tuhan masih bersama Yunus, Tuhan mengetahui segala rencana manusia, Tuhan mengerti ketakutan Yunus, namun Tuhan ingin kita belajar bahwa tidak ada suatu masalah apapun yang lebih besar daripada kuasa Tuhan. Pada akhirnya Yunus menyerahkan segenap hidupnya dan masa depannya kepada Tuhan, dia berdoa kepada Tuhan dan Tuhan mendengar doa Yunus, kemudian ikan besar itu memuntahkan yunus setelah Yunus memuji Tuhan dalam kesulitannya (Yunus 2: 9,10). Kemudian Yunus diperintahkan Tuhan pergi ke Nineve untuk memberitakan bahwa dalam 40 hari Tuhan akan menunggangbalikkan Nineve. Raja, pembesar, rakyat, bahkan ternak berpuasa dan berkabung, meminta belas kasihan Tuhan, mereka bertobat dari segala kejahatan mereka oleh karena seorang Yunus dan 8 kata dari mulutnya atas penyertaan Tuhan (Yunus 3: 4). Seorang beriman akan memuji Tuhan dalam kesusahannya. Sebab orang beriman mengerti bahwa Tuhan tidak pernah memberikan beban yang beratnya lebih dari yang dapat kita tanggung (Matius 11: 29-30).

 

 

 

  1. Kesimpulan

Semakin teguh Iman kita terhadap Tuhan, cobaan akan menghampiri kita, ujian akan semakin berat. Tuhan memang memberikan kita pilihan dalam proses pembentukan Iman kita. Tuhan tidak pernah memaksakan kehendaknya, namun saat kita memilih untuk mengikuti Tuhan, kita memiliki batasan-batasan yang harus kita lakukan, ketika sudah mengikuti dia kita wajib untuk mengikuti semua isi dari firman Tuhan, sebab Tuhan sangat membenci orang yang melakukan perzinahan rohani, bukan hanya perzinahan secara harafiah yang Daud lakukan. Dengan demikian, untuk membangun iman kita, kita harus menyadari kuasa kebesaran Tuhan, percaya sepenuhnya, menyerahkan segenap kehidupan kita, melakukan perintahnya dan jangan takut untuk membagikan firman itu kepada orang lain yang belum mendengar kabar keselamatan ini, sebab Tuhan memiliki rencana dan anda dipilih untuk mewujudkan rencana-Nya. Tuhan memberkati.